Beranda > Berita > Pabrik Handphone di Jakarta di Gerebek

Pabrik Handphone di Jakarta di Gerebek

Terjadi penggerebekan pabrik handphone atau ponsel bajakan alias palsu di Jakarta, tepatnya di kawasan Ruko Roxi Mas Blok C5 No. 21, Cideng, Jakarta Barat oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 11 Agustus 2008. Yang disita lumayan, itungannya sudah puluhan ribu handphone aspal (asli tapi palsu), mulai dari yang canggih sampai yang sangat canggih (hehehe…). Jadi teliti ponsel atau handphone Anda, bisa jadi hasil dari pabrik yang digerebek tadi (mungkin lho…). Sayang khan kalau Anda sudah beli mahal-mahal tapi ternyata aspal.

Jumlah yang disita berkisar antara 45.000 unit handphone yang siap dijual atau didistribusikan ke berbagai kota. Nilai total berkisar 5 milyar rupiah. Handphone palsu tersebut merupakan hasil rekondisi, maksutnya ponsel yang lama di rakit ulang atau dipermak sehingga terlihat baru. Ponsel-ponsel yang disita saat digerebek ternyata juga tidak main-main, hamper semuanya merupakan ponsel dengan merk yang terkenal (Nokia, Sony Ericsson, Samsung). Ponsel China pun juga dibajak, padahal kalau dipikir-pikir China itu udah tempatnya barang bajakan. Udah ngebuat ponsel bajakan masih dibajak lagi ama orang Indonesia.

Selain ponsel, pabrik yang belakangan diketahui bernama PT Ali Sumber Jaya ternyata juga memproduksi aksesories dan software-software terbaru untuk handphone. Nah, karena ponselnya bajakan maka segelnya pun mereka juga membuat bajakannya. Ingat artikel ini? Selain segel, ternyata charger, baterai, headset, casing, buku manual, buku garansi juga dipalsu. Pokoknya yang bisa dipalsu harus bisa dipalsu, demi untung besar.

Pemilik usaha illegal tersebut, yaitu Muhammad Ali langsung ditangkap berikut 12 karyawannya, 3 CPU dan monitor juga diangkut untuk barang bukti. Si Ali ini ternyata dulu juga pernah ditangkap5 tahun lalu karena kasus yang sama dan bahkan pernah dipenjara sampai dibebaskan waktu tahun 2006.

Nah, bagaimanakah cara si Ali memalsukan ponsel edarannya? Pertama-tama dia mengumpulkan berbagai ponsel rusak dan bekas. Ponsel tersebut adalah seri yang sering diminati masyarakat. Kemudian ponsel tersebut diperbaiki, diinstal ulang dan kemudian diganti casingnya, tak lupa diberi segel yang juga palsu. Setelah itu diedarkan dengan harga miring dan tak lupa bilang bahwa ponsel tersebut adalah black market alias selundupan, padahal handphone bekas.

Omzet? Kira-kira 500 juta rupiah per minggu dengan keuntungan 100 juta rupiah. Hitung sendiri ya keuntungan per bulannya. Yang jelas tiap bulan bisa beli Mercy Sport tipe terbaru. Bagaimana? Mau ikut bisnis seperti ini? Jangan hubungi saya……

  1. November 3, 2013 pukul 9:05 am

    Hancur moral Indonesia gara2 si “Ali” . . .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: